Senin, 13 April 2015

Krisis Perekonomian di Negara Asia Timur

Krisis  Perekonomian  di  Negara  Asia  Timur








Narasi dari tabel :
Pada masa kejayaan kelompok Asian Miracle, Negara Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Filipina dan Thailand selama tahun 1990 sampai tahun 1997 memiliki rata-rata inflasi yang stabil yaitu dibawah 10 persen dan terus menurun, kecuali Filipina pada tahun 1990 sampai 1991 mencapai lebih dari 10 persen. Pada tahun 1990 sampai 1991 tingkat inflasi di Filipina mengalami kenaikan, sedangkan pada tahun 1992 mengalami penurunan yang sangat pesat. Pada tahun 1999, tingkat inflasi di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup pesat dari 6,6 persen menjadi 60,7 persen. Thailand merupakan salah satu negara di kawasan Asia Timur yang mengalami dampak krisis yang paling buruk dibandingkan dengan negara-negara lain, tetapi dinilai sangat cepat dalam melakukan peningkatan untuk keluar dari krisis tersebut.



Narasi dari grafik :
Krisis ekonomi  di lima negara yaitu Indonesia, korea selatan, Malaysia, Filipina dan Thailand mengalami pertumbuhan yang fluktuasi.  Dapat dilihat pada grafik diatas pertumbuhan dari Negara Indonesia pada tahun 1991 mengalami peningkatan yang sangat pesat, lalu mengalami penurunan yang sangat drastis. Setelah mengalami penurunan yang drastis, tingkat inflasi di Indonesia cukup stabil dan mengalami peningkatan drastis kembali pada tahun 1997. Negara di asia timur selain Indonesia mengalami tingkat inflasi yang stabil, yaitu mengalami peningkatan yang tidak terlalu pesat dan tidak mengalami penurunan yang tajam.

Sabtu, 28 Maret 2015

JARINGAN



JARINGAN

Jaringan adalah sekelompok komputer dan perangkat jaringan lainnya yang saling berhubungan dan bekerja sama dalam satu kesatuan untuk mencapai tujuan yang sama sehingga dapat berbagi sumber daya, berkomunikasi, informasi, program dan perangkat keras (modem, kabel jaringan, konektor dan lain-lain). Teknologi jaringan komputer merupakan perpaduan antara teknologi komputer dengan teknologi komunikasi. Berdasarkan geografisnya jaringan terdiri dari : LAN (Local Area Network), MAN (Metropolitan Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Tujuan jaringan adalah untuk memudahkan para user untuk saling berbagi sumber daya yang terdapat pada jaringan, seperti : CPU, Printer, Hardisk dan lain-lain. 
Perangkat keras yang dibutuhkan untuk membangun suatu jaringan adalah komputer yang berfungsi sebagai server, beberapa komputer untuk dijadikaan workstation, NIC, HUB, kabel UTP dan lain-lain. Teknologi jaringan memiliki beberapa manfaat yaitu sebagai pengintegrasi data dan pendistribusi informasi, serta terdapat juga manfaat yang diperoleh dari pembangunan suatu jaringan komputer pada suatu perusahaan maupun di rumah. Beberapa manfaat dari pembangunan jaringan pada perusahaan antara lain : berbagi pakai peralatan dan sumber daya, integrasi data, komunikasi, distributed processing, keteraturan aliran informasi, keamanan data, koneksitas berbagi jenis dan merk komputer. Penggunaan jaringan komputer di rumah terkadang diperlukan untuk beberapa orang, misalnya untuk mengunduh data di internet, browsing, membuka sosial media, dan lain-lain.

Rabu, 31 Desember 2014

Kata ulang

Kata ulang adalah kata yang terjadi karena proses reduplikasi atau pengulangan kata.

Jenis - jenis kata ulang
  1. Dwipurwa (kata ulang sebagian): Reduplikasi atas suku kata awal. Vokal dari suku kata awal mengalami pelemahan dan bergeser ke posisi tengah menjadi e pepet. Contoh: tetangga, leluhur, leluasa.
  2. Dwilingga (kata ulang utuh atau penuh): Reduplikasi atas seluruh bentuk dasar (bisa kata dasar maupun kata berimbuhan). Contoh: rumah-rumah, kejadian-kejadian.
  3. Dwilingga salin suara (berubah bunyi): Reduplikasi atas seluruh bentuk dasar yang salah satunya mengalami perubahan suara pada suatu fonem atau lebih. Contoh: gerak-gerik, sayur-mayur.
  4. Kata ulang berimbuhan: Reduplikasi dengan mendapat imbuhan, baik pada lingga pertama maupun pada lingga kedua. Contoh: bermain-main, tarik-menarik.
  5. Kata ulang semu: Kata yang sebenarnya merupakan kata dasar dan bukan hasil pengulangan atau reduplikasi. Contoh: laba-laba, ubur-ubur, undur-undur, kupu-kupu, empek-empek.
Kata ulang berdasarkan hasil pengulangannya, yaitu
1. Kata ulang utuh
contoh:
  • Anak-anak
  • Jalan-jalan
  • Makan-makan
2. Kata Ulang Sebagian

Kata ulang sebagian atau kata ulang dwipurwa merupakan perulangan kata yang dialami oleh sebagian dari kata dasar, dengan kata lain perulangan kata hanya terjadi pada suku awal kata dasar, seperti:
Lelaki
Tetua
Seseorang
Di dalam kata ulang sebagian juga sering ditemukan kata ulang yang mendapat akhiran, seperti:
Pepohonan
Rerumputan
3. Kata Ulang Berubah Bunyi
Kata Ulang Berubah Bunyi adalah kata ulang yang mengalami perubahan bunyi pada akhir kata perulangan. contoh:
  • Sayur-mayur
  • bolak-balik
4. Kata ulang berimbuhan 
 Kata ulang berimbuhan merupakan bentuk pengulangan yang disertai dengan pemberian imbuhan. Chaer (2006:287) membagi kata ulang berimbuhan berdasarkan proses pembentukannya menjadi tiga, yaitu (1) sebuah kata dasar mula-mula diberi imbuhan kemudian baru diulang, umpamanya kata aturan-aturan; (2) Sebuah kata dasar mula-mula diulang kemudian baru diberi imbuhan, misalnya kata lari yang mula-mula diulang sehingga menjadi lari-lari kemudian diberi awalan ber- sehingga menjadi berlari-lari; (3) sebuah kata diulang sekaligus diberi imbuhan, umpamanya kata meter yang sekaligus diulang dan diberi awalan ber- sehingga menjadi bentuk bermeter-meter.  


sumber :
http://id.wikibooks.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Kata_ulang
http://rizardian.blogspot.com/2012/10/jenis-jenis-kata-ulang.html

Kalimat langsung dan tidak langsung

Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan ucapan atau ujaran orang lain. Kalimat hasil kutipan pembicaaraan seseorang persis seperti apa yang dikatakannya. Bagian ujaran/ucapan diberi tanda petik (“….” ) dapat berupa kalimat perintah, berita, atau kalimat tanya.

Ciri- ciri Kalimat Langsung
  1. Bertanda petik dalam bahasa tertulis.
  2. Intonasi: bagian kutipan bernada lebih tinggi dari bagian lainnya.
  3. Berkemungkinan susunan :
    • pengiring/kutipan
    • kutipan/pengiring
    • kutipan/pengiring/kutipan
  4. Huruf pertama pada petikan langsung ditulis dengan menggunakan huruf kapital.
  5. Bagian kutipan ada yang berupa kalimat tanya, kalimat berita, atau kalimat perintah.
  6. Bagian pengiring dan bagian petikan langsung dipisah dengan tanda baca koma (,).
  7. Jika di dalam petikan langsung menggunakan kata sapaan, maka sebelum kata sapaan diberi tanda baca koma (,) dan huruf pertama kata sapaan menggunakan huruf kapital.
  8. Kalimat langsung yang berupa dialog berurutan, wajib menggunakan tanda baca titik dua (:) di depan kalimat langsung.
Contoh kalimat langsung
Berikut beberapa contoh kalimat langsung:
  1. Robi berkata, “Panas sekali cuaca hari ini”.
  2. “Tolong ambilkan obat!” kata Ibu kepada Rani.
  3. “Kamu harus isitirahat yang cukup dan jangan dulu keluar rumah selama beberapa hari,”kata dokter kepadaku.
  4. Bu Guru bertanya, “Diantara kalian, siapa yang bercita-cita ingin menjadi astronot?”
  5. Desmon berkata,” Ani nanti pulangnya saya antar!”
  6. ” Kapan bukuku kamu kembalikan?“ tanya Samid.
  7. ” Belikan saya mobil baru!“ pinta Tria.
  8. ” Saya akan datang nanti malam,“ kata Hamid.
  9. Dani berkata,” Coba kamu bantu saya menyelesaikan tugas ini!”
  10. Paman berkata,” Pulanglah kalian secepatnya karena sebentar lagi hujan turun.”
  11. Ketua kelas berkata,” Terima kasih atas sambutan kalian kepada kami pada acara kunjungan kami.”
  12. Kata Webby,” Saya nanti sore akan ke rumahmu.”
Perubahan Kata Ganti Kalimat Langsung ke Tak Langsung
Dalam perubahan bentuk ini perhatikan perubahan kata gantinya:
Kata Ganti Kalimat Langsung —> Kata Ganti Kalimat Tak Langsung
  • Saya —> Dia
  • Kamu —> Saya
  • Kalian —> Kami
  • Kami —> Mereka
  • Kita —> Kami
Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang melaporkan ucapan atau ujaran orang lain. Bagian kutipan dalam kalimat tak langsung semuanya berbentuk kalimat berita

Ciri- ciri kalimat tidak langsung

  1. Tidak bertanda petik.
  2. Intonasi mendatar dan menurun pada akhir kalimat.qwertyuiokjhgdnshetmdhjmvbhkrnbvsdy
  3. Pelaku yang dinyatakan pada isi kalimat langsung mengalami perubahan, yakni:bjnkhbjuvhjvmtchjm
    • kata ganti orang ke-1 menjadi orang ke-3.
    • kata ganti orang ke-2 menjadi orang ke-1.
    • kata ganti orang ke-2 jamak atau kita menjadi kami atau mereka, sesuai dengan isinya.
  4. Berkata tugas: bahwa, agar, sebab, untuk, supaya, tentang, dan sebagainya.
  5. Bagian kutipan semuanya berbentuk kalimat berita.
Contoh kalimat tidak langsung
  1. Robi mengatakan bahwa cuaca hari ini panas sekali.
  2. Ibu mengatakan kepada Rani untuk mengambilkan obat.
Dokter berkata kepadaku bahwa aku harus istirahat yang cukup dan tidak keluar rumah selama beberapa hari.
  1. Bu Guru menanyakan kepada kami adakah di antara kami yang bercita-cita menjadi astronot.
  2. Desmon mengatakan bahwa dia nanti akan mengantarkan Ani kalau pulang.
  3. Hamid menanyakan tentang kapan bukunya saya kembalikan.
  4. Tria meminta agar dia dibelikan mobil baru.
  5. Hamid berkata bahwa dia akan datang nanti malam.
  6. Dani mengatakan supaya saya membatu dia menyelesaikan tugas.
  7. Paman mengatakan bahwa kita harus pulang secepatnya karena sebentar lagi hujan turun.
  8. Ketua kelas mengatakan terima kasih atas sambutan kami kepada mereka pada acara kunjungan mereka.
  9. Webby mengatakan bahwa dia akan datang ke rumahku nanti sore.
 sumber :
http://id.wikibooks.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Kalimat_Langsung

http://id.wikibooks.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Kalimat_Tak_Langsung

Wacana

Wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lain sehingga membentuk kesatuan. Pengertian lain, yaitu Komunikasi buah pikiran, baik lisan maupun tulisan, yang resmi dan teratur. Jadi, wacana dapat diartikan adalah sebuah tulisan yang teratur menurut urut-urutan yang semestinya atau logis. 

Jenis-Jenis Wacana Bahasa Indonesia
Berdasarkan bentuk atau jenisnya, wacana dibedakan menjadi empat.  Wacana narasi, deskripsi, eksposisi, argumentatif, dan persuasi. Berikut penjelasanya:

  1. Wacana Narasi
Narasi adalah cerita yang didasarkan pada urut-urutan suatu kejadian atau peristiwa. Narasi dapat berbentuk narasi ekspositoris dan narasi imajinatif. Unsur-unsur penting dalam  sebuah narasi adalah kejadian, tokoh, konfik, alur/plot, serta latar yang terdiri atas latar waktu, tempat, dan suasana.

Contoh Wacana Narasi 
  
Putri Natasha dan Putri Andine
         Suatu hari disebuah kerajaan besar lahirlah seorang putri cantik yang bernama Putri Natasha. Wajahnya sangat cantik dan lucu. Putri Natasha lahir dari pasangan Raja Anthum dan Ratu Aurora. Semua orang sangat bahagia saat kelahiran Putri yang telah ditunggu-tunggu itu. Tepat dihari kelahiran Putri Natasha, didepan pintu gerbang istana terdapat seorang bayi kecil yang tergeletak tak berdaya. Akhirnya karena pihak istana tak tega untuk menyingkirkannya, bayi tersebut kemudian diasuh oleh pihak istana dan diberi nama Putri Andine
        Dua tahun telah berlalu, Putri Natasha dan Putri Andine telah berubah menjadi putri-putri yang lucu, mereka telah menjadi seperti saudara kandung sendidri. Raja dan ratu pun senang melihatkeakraban mereka, meskipun mereka belum memberitahukan bahwa Putri Andine bukanlah anak kandung mereka.
       Saat menginjak usia 12 tahun, Putri Natasha terlihat lebih cantik daripada Putri Andine. Dan juga Putri Natasha lebih mirip Ratu Aurora. Putri Andine yang ketika itu menyadari bahwa Putri Natasha lebih cantik darinya dan lebih mirip kepada sang Ratu, mempunyai niat tak baik kepada Putri Natasha.
        Suatu hari Putri Andine yang telah beniat jahat kepada Putri Natasha mencoba membuat wajah Putri Natasha menjadi buruk rupa dengan menyiramkan air panaas kepada Putri Natasha. Namun sebelum sempat ia mencoba melakukannyaa, niat jahatnyaa telah diketahui oleh Ratu Aurora.
Akhirnya sang Ratu menceritakan mengapa ia tak mirip dengan Ratu Aurora. Putri Andine akhirnyamenyadari dan kembali menjadi baik kepada Putri Natasha. Dan sekarang mereka menjadi putri-putri yang paling dikagumi dinegeri tersebut.

 
     2. Wacana Deskripsi
Deskripsi adalah karangan yang menggambarkan/suatu objek berdasarkan hasil pengamatan, perasaan, dan pengalaman penulisnya. Untuk mencapai kesan yang sempurna bagi pembaca, penulis merinci objek dengan kesan, fakta, dan citraan. Dilihat dari sifat objeknya, deskripsi dibedakan atas 2 macam, yaitu deskripsi Imajinatif/Impresionis dan deskripsi faktual/ekspositoris.


Contoh Wacana Deskripsi 
 Apotik
          Siang itu aku sedang duduk santai di sofa empuk di dalam apotik milikku yang baru saja dibuka. Apotik ini adalah impianku sejak aku kuliah di Farmasi dulu. Sekarang aku memandang puas pada usahaku selama ini. Aku bisa mendirikan apotik di kota kelahiranku.
Apotik ini cukup luas, beberapa rak besar tempat obat-obatan berjejer rapi dengan kemasan-kemasan obat warna-warni yang dikelompokkan menurut farmakologinya dan disusun alfabetis. Pandangan saya tertuju pada rak buku di pojok ruangan yang berisi buku-buku tebal. Ku ambil satu buku yang disampulnya tertulis Informasi Spesialis Obat atau yang biasa disebut kalangan farmasi dengan buku ISO.
         Setelah ku pandangi aku tersenyum dan mengembalikannya ke tempat semula. buku ini adalah buku pertama yang kubeli saat aku kuliah dulu. Aku memandang lagi secara keseluruhan apotik ini, sebuah televisi 14 inci dan sebuah computer di meja kasir. Hembusan angin dari AC cukup membuat udara terasa sejuk di bulan Mei yang panas ini.
 
 
    3. Wacana Eksposisi
         Karangan eksposisi adalah karangan yang memaparkan atau menjelaskan secara terperinci (memaparkan) sesuatu dengan tujuan memberikan informasi dan memperluas pengetahuan kepada pembacanya. Karangan eksposisi biasanya digunakan pada karya-karya ilmiah seperti artikel ilmiah, makalah-makalah untuk seminar, simposium, atau penataran.Tahapan menulis karangan eksposisi, yaitu menentukan objek pengamatan, menentukan tujuan dan pola penyajian eksposisi, mengumpulkan data atau bahan, menyusun kerangka karangan, dan mengembangkan kerangka menjadi karangan.Pengembangan kerangka karangan berbentuk eksposisi dapat berpola penyajian urutan topik yang ada dan urutan klimaks dan antiklimaks.

 
Contoh Wacana Eksposisi
Jatuhnya sebuah pesawat berkapasitas 266 penumpang air bus A300- 600 merupakan peristiwa kedua kalinya bagi American Air lines beberapa detik saat lepas landas dari bandara internasional O’Hare Chicago, tiba-tiba mesin sebelah kiri lepas dari dudukannya. Pilot tidak bisa lagi mengendalikan pesawat akibat keseimbangan dari pesawat mendadak berubah dengan jatuhnya mesin yang berbobot sekitar 5 ton. Pesawat mendarat dan menghujam tempat parkiran kendaraan 31 detik kemudian dan 271 penumpang plus awak tewas ditempat.

 
    4. Wacana Argumentasi
Karangan  argumentasi ialah karangan yang berisi pendapat, sikap,  atau penilaian terhadap suatu hal yang disertai dengan alasan, bukti-bukti, dan pernyataan-pernyataan yang logis. Tujuan karangan argumentasi adalah berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran pendapat pengarang.Tahapan menulis karangan argumentasi, yaitu menentukan tema atau topik permasalahan, merumuskan tujuan penulisan, mengumpulkan data atau bahan berupa: bukti-bukti, fakta, atau pernyataan yang mendukung, menyusun kerangka karangan, dan mengembangkan kerangka menjadi karangan.Pengembangan kerangka karangan argumentasi dapat berpola sebab-akibat, akibat-sebab, atau pola pemecahan masalah.

 
Contoh wacana argumentasi
Menyetop bola menggunakan  dada dan kaki dapat ia lakukan dengan sempurna. Tembakan kaki kanan serta kaki kirinya tepat dan keras. Sundulan yang dihasilkan dari kepalanya sering memperdaya kiper lawan. Bola seolah-olah menurut kehendak dirinya. Larinya sangat cepat bagaikan kijang. Menjadikan lawan sukar mengambil bola diantara kakinya. Operan bolanya akurat dan terarah. Amin benar-benar pemain bola profesional.
Tujuan yang ingin di capai melalui argumentasi tersebut, antara lain :
  • Melontarkan pandangan / pendirian
  • Mendorong atau mencegah
  • Mengubah tingkah laku pembaca
  • Menarik simpati
 


sumber :
http://id.wikibooks.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Wacana
http://pendidikanmencerdaskanbangsa.blogspot.com/2012/01/jenis-jenis-wacana-bahasa-indonesia.html
http://contohsimpel.blogspot.com/2014/08/contoh-wacana-argumentasi-eksposisi-dan.html

Kalimat Aktif dan Kalimat pasif

Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya aktif melakukan sesuatu. Sedangkan kalimat pasif adalah kalimat subjeknya dikenai sesuatu pekerjaan.
Contoh:
  • Kalimat aktif: Rani sedang menyiram tanaman.
    • Kalimat pasif: Tanaman sedang disiram Rani.
  • Kalimat aktif: Danu membeli buku pelajaran.
    • Kalimat pasif: Buku pelajaran dibeli Danu.
  • Kalimat aktif: Kakak sedang membaca buku.
    Kalimat pasif: Buku sedang dibaca Kakak.
Macam-Macam Kalimat Aktif:

  1. Kalimat Aktif Transitif
Adalah kalimat aktif yang predikatnya diikuti oleh nomina yang berfungsi sebagai objek. (lihat pembahasan mengenai ketransitifan verba)
Contoh:
(1) Nenek membelikan adik baju baru.
(2) Kakek membawa buku

 
    2. Kalimat Aktif Intransitif
Adalah kalimat aktif yang predikatnya tidak diikuti oleh nomina yang berfungsi sebagai objek.
Contoh:
(1) Adik sedang bermain bola di taman
(2) Kakak sedang makan nasi goreng.

Dari contoh-contoh di atas dapat diketahui bahwa predikat dalam kalimat aktif dapat berupa imbuhan /meng-/ , /ber-/ dan kata kerja aus yaitu kata kerja yang tidak perlu mendapatkan imbuhan.

Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai tindakan/ perbuatan.
Contoh:
(1) Adik dibelikan (oleh) Nenek baju baru
(2) Buku dibawa (oleh) kakek.
(3) Mobilnya kejatuhan buah kelapa.
(4) Kaki orang itu tertimpa balok kayu.


Kaidah penempatan subjek dalam kalimat pasif
Kata ganti orang pertama dan kedua diletakkan sebelum predikat.
Contoh:
(1) Buku itu saya beli di Jakarta.
(2) Telah kupinjam baju kakak
(3) Akan kami selesaikan masalah itu dengan bijaksana.
(4) Kita laksanakan tugas itu dengan sungguh-sungguh.
(5) Mengapa kau ambil barang itu?
(6) Anda kerjakan tugas itu sekarang juga!
(7) Apakah Saudara bawa buku itu?
(8) Sebaiknya kalian dengarkan penjelasan orang itu terlebih dahulu.


Kata ganti orang ketiga diletakkan sesudah predikat.
Contoh:
(1) Buku itu telah diambilnya.
(2) Benda itu akan dibawa (oleh) beliau.
(3) Sepeda baru adik dipinjam (oleh) kakak.
(4) Soal yang sulit itu telah dikerjakan oleh mereka




sumber :
http://id.wikibooks.org/wiki/Subjek:Bahasa_Indonesia/Materi:Kalimat_Aktif_dan_Pasif
http://kmbsi.blogspot.com/2013/05/kalimat-aktif-dan-kalimat-pasif.html

Wawancara

Pengertian Wawancara

      Wawancara  merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai. Ankur Garg, seorang psikolog menyatakan bahwa wawancara dapat menjadi alat bantu saat dilakukan oleh pihak yang mempekerjakan seorang calon/ kandidat untuk suatu posisi, jurnalis, atau orang biasa yang sedang mencari tahu tentang kepribadian seseorang ataupun mencari informasi.

Bentuk wawancara

Bentuk-bentuk wawancara antara lain:
  1. Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan berita.
  2. Wawancara dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih dahulu.
  3. Wawancara telepon yaitu wawancara yang dilakukan lewat pesawat telepon.
  4. Wawancara pribadi.
  5. Wawancara dengan banyak orang.
  6. Wawancara dadakan / mendesak.
  7. Wawancara kelompok dimana serombongan wartawan mewawancarai seorang, pejabat, seniman, olahragawan dan sebagainya.
        Sukses tidaknya wawancara selain ditentukan oleh sikap wartawan juga ditentukan oleh perilaku, penampilan, dan sikap wartawan. Sikap yang baik biasanya mengundang simpatik dan akan membuat suasana wawancara akan berlangsung akrab alias komunikatif. Wawancara yang komunikatif dan hidup ikut ditentukan oleh penguasaan permasalahan dan informasi seputar materi topik pembicaraan baik oleh nara sumber maupun wartawan.

Tahap Tahap Wawancara


             1.       Tahap Persiapan
·         Menentukan maksud atau tujuan wawancara (topik wawancara).
·         Menentukan informasi yang akan di kumpulkan atau didata.
·         Menentukan dan menghubungi nara sumber.
·          Menyusun daftar pertanyaan

2. Tahap Pelaksanaan
·         Mengucap salam
·          Memperkenalkan diri.
·         Mengutarakan maksud dan tujuan wawancara.
·         Menyampaikan pertanyaan dengan teratur.
·         Mencatat dan merekam pokok-pokok wawancara.
·         Mengahiri dengan salam dan meminta kesediaan narasumber untuk dapat dihubungi kembali jika ada yang perlu dikomfirmasi atau dilengkapi.
3. Tahap Penyusunan Hasil Wawancara. laporan wawancara terdiri dari bagian bagian sebagai berikut:
·         Tema atau topik wawancara.
·         Tujuan atau maksud dari wawancara.
·          Identitas narasumber.
·         Ringkasan isi wawancara.Isi wawancara dapat ditulis dalam bentuk dialog atau dalam bentuk narasi.


Jenis-Jenis wawancara

Ditinjau dari segi pelaksanaannya, wawancara dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
  • Wawancara bebas
Dalam wawancara bebas, pewawancara bebas menanyakan apa saja kepada responden, namun harus diperhatikan bahwa pertanyaan itu berhubungan dengan data-data yang diinginkan. Jika tidak hati-hati, kadang-kadang arah pertanyaan tidak terkendali.
  • Wawancara terpimpin
Dalam wawancara terpimpin, pewawancara sudah dibekali dengan daftar pertanyaan yang lengkap dan terinci.
  • Wawancara bebas terpimpin
Dalam wawancara bebas terpimpin, pewawancara mengombinasikan wawancara bebas dengan wawancara terpimpin, yang dalam pelaksanaannya pewawancara sudah membawa pedoman tentang apa-apa yang ditanyakan secara garis besar.

Sikap-Sikap yang Harus Dimiliki Pewawancara

Saat melakukan wawancara, pewawancara harus dapat menciptakan suasana agar tidak kaku sehingga responden mau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Untuk itu, sikap-sikap yang harus dimiliki seorang pewawancara adalah sebagai berikut:
  • Netral; artinya, pewawancara tidak berkomentar untuk tidak setuju terhadap informasi yang diutarakan oleh responden karena tugasnya adalah merekam seluruh keterangan dari responden, baik yang menyenangkan atau tidak.
  • Ramah; artinya pewawancara menciptakan suasana yang mampu menarik minat si responden.
  • Adil; artinya pewawancara harus bisa memperlakukan semua responden dengan sama. Pewawancara harus tetap hormat dan sopan kepada semua responden bagaimanapun keberadaannya.
  • Hindari ketegangan; artinya, pewawancara harus dapat menghindari ketegangan, jangan sampai responden sedang dihakimi atau diuji. Kalau suasana tegang, responden berhak membatalkan pertemuan tersebut dan meminta pewawancara untuk tidak menuliskan hasilnya. Pewawancara harus mampu mengendalikan situasi dan pembicaraan agar terarah
Beberapa Hal Yang Harus Dihindari Ketika Proses Wawancara Berlangsung
  • Menyampaikan pertanyaan yang sudah umum atau pasti jawabannya.
  • Menanyakan pertanyaan yang inti jawabannya sama dengan pertanyaan sebelumnya.
  • Meminta narasumber untuk mengulang-ulang jawabannya.
  • Memotong pembicaraan narasumber.
  • Bersikap lebih pandai dari narasumber.
Contoh Laporan Wawancara.

Tema: Persiapan ukian.
Tujuan: Mengetahui kesiapan para guru dan siswa dalam pelaksanaan ujian.
Narasumber: Kepala sekolah.
Waktu: 25 Mei 2012.
Tempat: Ruang kepala sekolah.
Siang itu Kepala Sekolah sudah menunggu saat saya tiba di ruangannya. Saya pun langsung memulai wawancara.
Dalam wawancara itu, saya menanyakan tentang kesiapan para guru dan siswa dalam menyambut ujian. Menurut Kepala Sekolah, para siswa cukup siap dalam menyambut ujian. Kepala Sekolah juga menyatakan bahwa beliau mengurangi bahkan menghentikan beberapa kegiatan ekstrakurikuler agar para siswa dapt mengikuti les dan pengayaan dengan maksimal.



sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Wawancara
http://ruangbacabajang.blogspot.com/2013/05/pengertian-dan-tata-cara-wawancara.html